Home / Advertorial

Rabu, 8 Maret 2023 - 20:58 WIB

Hari Ketiga, Workshop Program Capacity Building, Tekankan Stakholder Analisis

ASN Pemkot Makassar ikuti Workshop Program Capacity Building Temasek Foundatuon Singapore Cooperation Enterprise (SCE) di Hotel Aston, Rabu (08/03/2023).

ASN Pemkot Makassar ikuti Workshop Program Capacity Building Temasek Foundatuon Singapore Cooperation Enterprise (SCE) di Hotel Aston, Rabu (08/03/2023).

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Hari ketiga Workshop Program Capacity Building Temasek Foundation Singapore Cooperation Enterprise (SCE) yang diikuti ASN Pemkot Makassar, memperdalam tentang pengembangan jadwal project berdasarkan hasil analitik.

Dalam penentuan sebuah project, tidak dilakukan secara serta merta, tetapi melalui beberapa tahapan analisis.

Melalui workshop dihari ketiga, peserta workshop mendapatkan pemahaman cara menganalisis project hingga pada tahap mencoba membuat project yang sesuai dengan hasil analitik.

Tim ahli Temasek SCE Singapura, Mr Nailul Hafiz bersama Ms Maler Ratnam, dalam pemaparannya menjelaskan beberapa faktor penentu keberhasilan project, melalui analisa- analisa, seperti analisa cost and benefit, serta stakholder analisis.

“Penentuan biaya project harus memperhatikan potensial income yang akan dihasilkan jika project tersebut berjalan,” ungkap Ms Males Ratnam, di Hotel Aston, Rabu (08/03/2023).

Sementara itu Kepala Bagian Kerja Sama Pemkot Makassar, Andi Zulfitra Dianta, menyebutkan pentingnya pemahaman ini, guna penyempurnaan program yang telah ditetapkan di Makassar.

“Kedua analisis ini sangat penting, untuk menyempurnakan project masing-masing kelompok. Hal ini untuk menganalisa ketika membuat suatu kebijakan, siapa saja stakholder yang harus dilibatkan, dan posisinya seperti apa. Kemampuan analisis stakholder ini sangat bermanfaat untuk keberlanjutan program, dengan menganalisa peran masing-masing stakholder yang terlibat,” ujarnya

Begitupun dengan cost and benefit analisis, menggambarkan tentang mengeluarkan suatu kebijakan, menghasilkan apa dengan biaya berapa. “Dengan kemampuan analisis ini, kita akan mampu menemukan kebijakan yang efektif dan efisien,” lanjut Andi Zulfitra.

Ia melanjutkan, kedua analisis ini sangat baik untuk menyempurnakan kebijakan yang sudah ada, semisal pada aplikasi Pakinta, telah berjalan dengan baik namun dapat dilakukan penyempurnaan dengan melakukan analisis cost and benefit. “Dapat dilakukan penambahan-penambahan fitur dalam aplikasi, ataupun menganalisis kebutuhan stakeholdernya apa, sebagai penyempurnaan,” pungkasnya. (Natsir)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Advertorial

Wakil Bupati Wajo Sebut Peran BUMN Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Advertorial

Branch office BRI Sengkang Salurkan 400 Kantong Daging Qurban Kepada Masyarakat

Advertorial

Tutupi Devisit dan Wujudkan Visi-Misi, Bupati Wajo Butuh Anggaran Rp220 Milyar

Advertorial

Bulan Ini Kemendes Akan Turun Melakukan FGD Perencanaan Pengembangan Kawasan di Wajo

Advertorial

Wajo Terapkan PPKM Level 3, Ini Edaran Terbaru Bupati Wajo

Advertorial

Meningkat Pesat, Jumlah UMKM di Wajo Kini Capai 33.838

Advertorial

Kukuhkan Paskibraka Tahun 2019, Ini Harapan Bupati Wajo

Advertorial

Ketua PMI Wajo Lepas Tim Sukarelawan Tanggap Bencana ke Masamba Lutra