Home / Sulsel

Senin, 21 November 2022 - 22:19 WIB

Wakil Wali Kota Fatmawati Rusdi Tekankan Sinkronisasi Data Percepat Penurunan Angka Stunting di Makassar

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Makassar, menekankan pentingnya sinkronisasi data.

Hal itu ditegaskan Fatmawati saat membuka Focus Group Discussion Manajemen Data dan Hasil Review Aksi Konvergensi Stunting Tahun 2022, di Swiss-Bell Hotel, Senin (21/11/2022).

Kegiatan ini merupakan aksi enam dari delapan aksi integrasi konvergensi intervensi penurunan stunting di Kota Makassar.

Fatmawati menyampaikan sebagai Ketua TPPS, lurah dan camat diharapkan mampu membantu pemerintah kota dalam menekan angka stunting di wilayahnya masing-masing.

Terlebih, pemerintah pusat telah menargetkan kasus stunting di bawah 14% pada tahun 2024, mendatang. Sehingga sistem menajemen data sangat diperlukan.

Hanya saja, kata dia, ada beberapa hal yang masih membutuhkan perhatian lebih dalam penanganan stunting di Kota Makassar.

Salah satunya, peran setiap kelurahan dan kecamatan dalam melakukan intervensi penanganan stunting.

“SK TPPS tingkat kelurahan sudah diterima, diharapkan lurah sebagai ketua segera menjalankan tupoksinya sehingga dari awal bisa terbangun sinkronisasi data,” tegas Fatmawati.

Untuk itu, kata dia, penanganan stunting perlu dukungan semua pihak. Sehingga Fatmawati mengajak seluruh stakeholder meningkatkan koordinasi untuk mendukung program nasional menuju zero stunting 2030.

“Kita kan ada tim terpadu yang dapat lebih memudahkan akurasi data. Saya turun awal-awal Puskesmas kasih data sampai 400 data stunting, makanya saya cek ulang. Dibutuhkan klasifikasi data mana gizi buruk, gizi kurang, dan mana yang betul-betul stunting,” jelasnya.

Ia berharap sinkronisasi data di Puskesmas hingga tingkat kelurahan bisa dimaksimalkan. Apalagi, Makassar merupakan daerah dengan angka stunting terendah dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

“Kita sudah punya tim terpadu dan di dalamnya ada Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas PPKB. Makanya itu kita sudah mulai ada perbaikan,” ujar Fatmawati.

Meski begitu, Fatmawati mengaku optimistis Makassar bisa mencapai target nasional dalam penurunan angka stunting.

Apalagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah mengalokasikan anggaran Rp 50 Juta dana kelurahan yang bersumber dari APBD 2023 di masing-masing kelurahan untuk fokus pada penanganan stunting.

“2024 target penurunan angka stunting, Kota Makassar harusnya bisa lebih cepat lagi karena permasalahan utama itu dipenganggaran, nah sementara kebijakan pemerintah kita itu luar biasa,” ucapnya.(Natsir)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Dinkes Makassar Ikut Sukseskan Perhelatan Makassar F8

Sulsel

Kenang Kebersamaan Pilkada 2024, Munafri Apresiasi Loyalitas Perindo

Sulsel

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Bupati Wajo Ajak Warga Isi Kemerdekaan Lewat Kerja Nyata

Sulsel

Jaga Pesisir dan Lestarikan Lingkungan, Kodim 1406/Wajo Tanam Mangrove

Sulsel

Perkuat Sinergi, Bawaslu Wajo-PMII-HMI Teken MoU Kerjasama

Sulsel

Penutupan Expo Hari Santri 2023, Danny Pomanto Harap Santri Jawaban Persoalan Sosial

Sulsel

BPBD Makassar Resmi Daftarkan Sigap Pesisir dalam Ajang IGA 2026

Sulsel

Fokus Tingkatkan Sektor Peternakan, Pemkab Gowa Gagas Pengembangan Sapi Wagyu