LINTASCELEBES.COM WAJO — Seorang pria asal Desa Labukkang, Iskandar Bin Palancoi (35) ditemukan tewas di sebuah kamar kos di Lingkungan Bolamallimpong Kelurahan Anabanua, Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo, Selasa (09/08/2022) siang.
Saat ditemukan, jasad korban dalam keadaan telanjang dengan posisi tengkurap yang sudah membusuk.
Menurut Onggeng anak pemilik kost, penemuan jasad korban berawal saat penghuni kos mencium adanya bau busuk. Sehingga mereka mencari tahu diamana asal basuk tersebut.
“Ternyata bau busuk itu berasal dari kamar Iskandar. Setelah penghuni kos lainnya memanggil-manggil Iskandar ternyata tidak ada jawaban, sehingga mereka mencoba mengintip lewat ventelasi kamar pas diatas pintu kos”, kata onggeng.
Ternyata, lanjut onggeng, mereka melihat Iskandar dalam keadaan telanjang dengan posisi tengkurap, badan sudah melepuh dan membusuk didekat laptop yang sedang terbuka. Saat itu juga penghuni kos menelpon.
“Kamar korban baru dibuka setelah petugas dari Polsek Maniangpajo sudah ada di TKP. Sebab sewaktu saya ditelpon, saat itu saya berada di Tanrutedong sehingga sebelum sampai di kos terlebih dahulu saya singgah melaporkan kejadian di Polsek Manaiangpajo,” ungkap Onggeng.
Sementara Firdaus, saudara korban, mengatakan dirinya baru mengetahui korban meninggal setelah ada keluarga yang menelpon.
“Setahu saya, korban selama ini tinggal di Siwa, ternyata ada Anabanua. Seandainya saya tahu korban tinggal di sini, pasti saya kunjungi karena memang korban jarang pulang, bahkan lebaran ini korban tidak pulang,” kata Firdaus.
“Terahir saya kontak via WhatsAapp dengan korban sekitar duapuluh hari yang lalu. Dan memang korban tidak pernah mengatakan dia tinggal dimana. Kareana yang saya tahu, terahir korban bekerja di PT Dua Kayra,” ungkap Firdaus.
Menurut dr. Rini dari Puskesmas Maniangpajo, korban diperkiran meninggal sudah lebih dari tiga hari. Sedangkan penyebab kematiannya, tidak diketahui. Hal itu disebabkan karena tidak memungkinkan lagi diperiksa karena seluruh badannya melepuh.
“Kalau penyebab kematiannya, tidak ditau. Karena kalau pemerikasaan dari luar sudah tidak kentara karena semua badan sudah melepuh. Kecuali kalau di otopsi baru bisa diketahui apa penyebab kematiannya,” jelas dr. Rini.
Jasad korban dibawa ke Desa Labukkang Kecamatan Dua pitue Kabupaten Sidrap menggunakan mobil ambulan milik Pemda Sidrap untuk disemayamkan.(S.Menroja)
Editor: Sudirman












