Home / Advertorial / Wajo

Senin, 25 April 2022 - 19:15 WIB

Bupati Wajo Ingin Ada Pendampingan Sentra Produksi Pattapi

Bupati Wajo H. Amran Mahmud didampingi Ketua TP PKK Wajo Hj. Sitti Maryam mengunjungi dan melihat proses pembuatan pattapi Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, Senin (25/4/2022).

Bupati Wajo H. Amran Mahmud didampingi Ketua TP PKK Wajo Hj. Sitti Maryam mengunjungi dan melihat proses pembuatan pattapi Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, Senin (25/4/2022).

MEDIASINERGI.CO WAJO — Bupati Wajo, Amran Mahmud, meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) untuk fokus melakukan pendampingan terhadap sentra produksi usaha mikro kecil menengah (UMKM). Salah satunya dari segi pendanaan.

Amran Mahmud menyampaikan hal itu saat mengunjungi dan melihat proses pembuatan pattapi Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, Senin (25/4/2022). Kunjungan Amran Mahmud yang didampingi istri yang Ketua Kabupaten Wajo, Sitti Maryam, merupakan rangkaian safari Ramadan ke kecamatan setempat.

Salah satu kerajinan yang diproduksidi Kecamatan Majauleng, khususnya di Kelurahan Uraiyang adalah pattapi atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan tapis atau tampah.

Pattapi banyak digunakan masyarakat untuk menapis beras atau memisahkan antara beras dengan sisa-sisa sekam termasuk kotoran lainnya yang biasa ikut pada beras ketika proses penggiligan. Pattapi juga biasa dijadikan tempat penyajian kue-kue atau jajanan pasar.

Tampak Amran Mahmud dan Sitti Maryam asyik berinteraksi dengan para pengrajin, bahkan pasangan keduanya banyak bertanya kepada mereka yang sedang mengerjakan kerajinannya.

Orang nomor wahid di Bumi Lamaddukelleng ini mengapresiasi keberadaan sentra produksi tersebut. Menurutnya, selain merupakan kerajinan tradisional, saat ini keberadaan pattapi masih dibutuhkan.

Ia pun meminta kepada Kepala Disperindagkop Wajo untuk melakukan pendampingan terhadap sentra produksi pattapi tersebut.

“Sentra UMKM seperti ini harus terus kita dampingi. Selain di-support pendanaan, juga perlu diupayakan carikan inovasi untuk lebih mempermudah pekerjaannya,” ucap kepala daerah bergelar doktor ini.

Ketika salah seorang pengrajin yang ditanya Amran Mahmud terkait harga dari satu buah pattapi, ia menjawab harganya bervariasi.

“Ada bermacam-macam harganya, mulai dari Rp30 ribu, Rp50 ribu, dan Rp60 ribu. Tergantung dari ukurannya, semakin besar semakin mahal,” ucapnya.

Diketahui, safari Ramadan di Kecamatan Majauleng hari ini diawali dengan salat Zuhur di Kelurahan Macanang, mengunjungi lokasi UMKM kelompok pembuatan pattapi di Kelurahan Uraiyang, salat Asar di Desa Laerung, dan mengunjungi pasar kuliner Desa Rumpia. (Far)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Advertorial

Tindaklanjuti Laporan Pedagang, Wabup Amran SE Turun Langsung di Pasar Atapange

Advertorial

Gelar Ramah Tamah dan Buka Puasa, H.Andi Rosman Minta Lupakan Pilkada 2024

Wajo

Tak Hanya Santuni Anak Yatim, At-taubah Peduli Juga Beri Listrik Gratis

Advertorial

Temui Langsung Menteri Sosial, Bupati Wajo Perjuangkan Kuota PBI BPJS APBN

Advertorial

Bupati Wajo Apresiasi Film Karya Sineas Lokal “Ambo Nai Sopir Andalan”

Advertorial

Hari Pramuka, Bupati Wajo: Mari Bersama Berperan Tangani Covid-19 dan Majukan Daerah

Advertorial

Hadiri Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Kabupaten, Bupati Wajo: MTQ Wujudkan Manusia Maradeka

Advertorial

Bupati Wajo Buka Sosialisasi Kebijakan Pengarusutamaan Gender