Home / Advertorial

Senin, 13 Desember 2021 - 20:20 WIB

Pengerjaan Ruas Jalan Tampangeng-Tosora Wajo Hampir Rampung

Pengerjaan Ruas Jalan Tampangeng-Tosora Tahap Finalisasi.--safar--

Pengerjaan Ruas Jalan Tampangeng-Tosora Tahap Finalisasi.--safar--

LINTASCELEBES.COM WAJO — Bupati dan Wakil Bupati, Amran Mahmud-Amran, sejak awal memimpin Kabupaten Wajo telah mencanangkan pembangunan infrastruktur jalan sebagai salah satu program utama. Bukan tanpa alasan, sebab infrastruktur jalan bisa jadi penunjang berbagai sektor lainnya.

Amran Mahmud dalam beberapa kesempatan menyampaikan, infrastruktur jalan yang baik akan mempermudah mobilitas masyarakat, juga membantu dalam pengangkutan hasil produksi masyarakat yang rata-rata petani dan nelayan. Selain itu, akan membantu dalam pengembangan pariwisata.

Memasuki tahun ketiga pemerintahan duo Amran, pembangunan infrastruktur jalan terus digenjot. Salah satu pekerjaan yang sudah pada tahap finalisasi untuk pelaksanaan 2021 ini adalah peningkatan ruas jalan beton Tampangeng-Tosora dengan volume 2.417 meter x 5 meter. Adapun nilai kontraknya Rp10,5 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Wajo, Andi Pameneri, mengatakan bahwa pengerjaan ruas jalan tersebut merupakan lanjutan dari peningkatan ruas jalan beton pada 2020 lalu.

“Ini merupakan lanjutan dari pelaksanaan peningkatan ruas jalan beton Tampangeng-Tosora yang telah dilaksanakan dengan volume 2.700 meter x 5 meter dengan nilai kontrak Rp10,7 miliar pada tahun anggaran 2020 lalu,” ucap Pameneri, Senin (13/12/2021).

Alumnus Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) ini menuturkan, selain untuk mempermudah mobilisasi masyarakat, peningkatan ruas jalan beton Tampangeng-Tosora ini merupakan akses menuju ke salah satu lokasi wisata budaya dan wisata religi Wajo, yaitu situs Masjid Tua Tosora.

“Selain itu juga, ruas ini menghubungkan Kecamatan Tempe, Kecamatan Pammana, dan Kecamatan Majauleng menuju ke Kecamatan Bola dan Kecamatan Takkalalla,” tuturnya.

Eks Kepala Dinas Ketahanan Pangan Wajo ini juga menyampaikan, sebelumnya pelaksanaan penanganan skala besar untuk ruas ini terakhir pada 2009. “Setelah itu, hanya dilakukan pembenahan setiap ada kerusakan akibat banjir,” sebutnya.

Sementara, Kepala Desa Tosora, Asri Prasak, membenarkan pelaksanaan skala besar untuk ruas tersebut terakhir sekitar sepuluh tahun lalu.

Kepala desa tiga periode inipun menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo atas peningkatan ruas tersebut.

“Peningkatan ruas jalan ini juga mempermudah akses ke beberapa desa dan akses lintas kecamatan, seperti Kecamatan Pammana, Takkalla, Bola, Majauleng. Selain itu, akses tersebut merupakan jalan alternatif Sengkang-Solo-Bone jika jalan di Cempa mengalami banjir,” pungkasnya. (Adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Hadiri Pengundian Lapak Pasar Tempe, Wabup Wajo Tegaskan Tidak Ada “Daeng Mareppe”

Advertorial

Manajemen ASN Terbaik, Pemkab Wajo Raih Terbaik I BKN Award 2023 di Tiga Kategori

Advertorial

Sambangi Kementrian Pertanian RI, Ketua Komisi II DPRD Wajo Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman Hingga Akhir Desember

Advertorial

Genjot IKM, Pemkab Wajo Kerjasama Bea Cukai Parepare

Advertorial

Hadiri Pengajian Rutin Komunitas Pendakwah Keren, Bupati Wajo Paparkan Program Gemantik

Advertorial

Wujudkan Kabupaten Layak Anak, Pemkab Wajo Gelar Penguatan Gugus Tugas KLA

Advertorial

Gelar Raker, Hj. Fatmawati: 10 Program Kerja Pokok PKK Harus Selaras Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati Wajo

Advertorial

Sekretariat DPRD Makassar Gelar Sosialisasi Perda TSLP