Home / Nasional

Sabtu, 8 Mei 2021 - 04:49 WIB

Penyerapan PEN Dinilai Mampu Memperbaiki Ekonomi yang Melemah Akibat Pandemi

LINTASCELEBES.COM JAKARTA — Laporan 31 April 2021 menunjukkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah terealisasi sebesar, Rp155,6 triliun atau sebesar 22,3% dari pagu Rp699,43 triliun. Penyerapan PEN ini dinilai mampu memperbaiki ekonomi yang melemah akibat pandemi.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemenkeu RI, Kunta Wibawa menyatakan, indikator-indikator makro ekonomi menunjukkan bahwa sudah ada pemulihan “Kita menyadari bahwa stimulus yang kita gelontorkan itu memang mengenai sasaran,” terangnya.

Pemerintah tidak hanya menggelontorkan dana dukungan dari sisi permintaan masyarakat tapi juga membuka keran permintaan termasuk mendukung pembiayaan bagi UMKM.

“Dari sisi pembiayaan UMKM, pemerintah memberikan stimulus subsidi bunga kredit, dengan begitu mereka bisa berusaha kembali, arus kasnya tidak terganggu, kita juga mendorong dari sisi permintaan supaya masyarakat belanja,” terang Kunta Wibawa,

Dengan target seperti itu menunjukkan stimulus program PEN sudah sesuai dan mencapai targetnya. Hal inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju ke 0% dari posisi minus.Pemerintah berharap pada kuartal 2 2021 nanti, pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih baik.

“Memang, pekerjaan rumah kita nanti di kuartal 2, kita juga terus akan mendorong percepatan dari belanja dan belanja ini tidak hanya belanja PEN, tapi belanja dari Kementerian/Lembaga,” jelas Kunta Wibawa lebih lanjut.

Pernyataan Kunta Wibawa ini didukung juga oleh Piter Abdullah, Research Director CORE Indonesia. “Kalau kita bandingkan dengan tahun lalu, tahun ini pencapaian dalam hal penyerapan anggaran PEN jauh lebih baik. Memang Pemerintah sudah sejak awal pandemi, memang fokus sekali dengan realisasi-realisasi anggaran PEN,” ujarnya.

Piter juga mengatakan Pemerintah berupaya meningkatkan konsumsi. Terlebih lagi bukan hanya stimulus dalam bentuk bantuan sosial, ada juga stimulus pelonggaran PPnBM, stimulus PPN, itu adalah upaya meningkatkan demand, mendorong kelompok masyarakat kelas menengah atas untuk berbelanja. “Masyarakat kelas menengah atas sudah kembali berbelanja. Selama ini mereka simpan di perbankan,” jelas Piter.

Pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 diperkiraan oleh Kunta Wibawa akan meningkat sekitar 4,5% – 5,3%, “Peningkatan 7% diperkirakan akan terjadi pada kuartal 2 2021. “Kita melihat indikator-indikator yang menunjukkan bahwa pemulihan itu terjadi dan kita konsisten untuk terus mendukung pemulihan ekonomi,” jelas Kunta Wibawa.

Pemulihan ekonomi lanjut dia, juga harus didukung terutama dari sisi pengendalian COVID-19. “Masyarakat
dihimbau untuk menjaga protokol kesehatan,” tambah Kunta Wibawa.(Tim Komunikasi KPCPEN)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Nasional

Retret PWI Latihan Menembak di Batalyon 13 Grup 1 Kopassus

Nasional

Kendalikan Pandemi Covid 19, Protokol Kesehatan Tidak Bisa Ditawar

Nasional

Prof. Iskhaq Iskandar: Perjuangan Sang Kondektur Bus Kota Palembang jadi Guru Besar Universitas Sriwijaya

Nasional

Berkomitmen Merevolusi Pendidikan dengan Teknologi, SEVIMA Terima Penghargaan dari ITS di Momen Hari Pahlawan

Nasional

Ratusan Kampus Politeknik Swasta se-Indonesia akan Gelar Sarasehan, Bahas Masa Depan Pendidikan Vokasi

Nasional

Kapolri-Panglima TNI Sepakat Investigasi Kasus Penembakan Personel hingga Tuntas

Nasional

Workshop SEVIMA Bagikan Kiat Sukses Kampus Swasta untuk Raih Kembali Kepercayaan Masyarakat

Nasional

Dirjen PHU Kemenag Harap Pembimbing Haji Miliki Skill dan Keterampilan Sesuai Standar