Home / Nasional

Minggu, 31 Januari 2021 - 22:42 WIB

Dengan Prokes dan Vaksinasi Bisa Capai Herd Immunity

LINTASCELEBES.COM JAKARTA — Vaksinasi COVID-19 yang sedang digencarkan oleh pemerintah bertujuan untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Ketika kekebalan kelompok terhadap COVID-19 telah terbentuk, maka anggota masyarakat yang tidak bisa menerima vaksin COVID-19 karena keterbatasan kondisi kesehatannya bisa ikut terlindungi.

Untuk mencapai kekebalan, Pemerintah Indonesia menargetkan sebanyak 181,5 juta jiwa penduduk yang akan divaksin COVID-19. Vaksinasi sudah dimulai dengan sasaran prioritas para tenaga kesehatan yang saat ini berjibaku
di garda depan perawatan pasien COVID-19. Proses vaksinasi yang berjalan dinamis dan mengalami peningkatan dalam upaya percepatan.

Kepala Puskesmas I Denpasar Selatan, dr. AA Ngurah Gede Darmayuda, M.Kes., mengungkapkan bahwa vaksinasi COVID-19 ini merupakan langkah yang bagus untuk melakukan pencegahan sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.

“Saat ini Indonesia belum mencapai herd immunity terhadap COVID-19. Demi mewujudkan herd immunity, marilah kita dukung vaksinasi karena ini langkah baik yang bagus sekali. Untuk mencapai herd immunity ada prosesnya. Kita harus bersabar dulu, semua berproses dari sekarang. Selama proses ini juga jangan melupakan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak),” jelasnya.

Vaksinasi, lanjutnya, bukan pemutus rantai penularan COVID-19 tapi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. “Pemutus rantai penularan adalah Prokes 3M. Kemudian jika ada yang hasilnya positif COVID-19, harus langsung dikarantina kemudian ditelusuri lingkungan terdekatnya lalu dirawat. Jadi Prokes 3M wajib dan harus dilaksanakan oleh semua lapisan masyarakat siapapun itu walau sudah tervaksin,” tegasnya.

Terkait vaksinasi COVID-19 di tempatnya bertugas, dr. AA Ngurah Gede Darmayuda menyatakan bahwa tahapan vaksinasi mengalami percepatan. “Yang awalnya 15 orang per hari kemudian ditambah lagi kapasitasnya menjadi 25-50 orang per hari,” paparnya.

Untuk para nakes, lanjutnya, setelah disuntik vaksin diberikan kartu vaksin. “Di dalam kartu ini ada nomor kontak yang mereka bisa hubungi bila ada keluhan atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Kami ada grup KIPI yang melakukan monitoring,” tuturnya.

Sejauh ini kata dia, reaksi setelah divaksin gejalanya masih normal. Nyeri di sekitar tempat yang disuntik dan agak pegal. Ada juga yang merasa lebih cepat ngantuk di malam hari atau lebih merasa lapar. Sejauh ini tidak ada keluhan yang sampai mengganggu dalam beraktivitas.Antusiasme pada vaksinasi COVID-19 juga terlihat tinggi.

“Respon masyarakat yang kami berikan sosialisasi bagus dan antusias, mereka tidak sabar untuk secepatnya divaksin. Pemerintah sudah mencari jalan terbaik mengatasi pandemi. Saya rasa apapun kendala di lapangan akan teratasi,” ujarnya.

AA Ngurah Gede Darmayuda kepada masyarakat agar dipahami juga bahwa vaksin tidak sekali suntik terus memberikan kekebalan. Perlu waktu agar imunitas mulai dibentuk. Untuk vaksin Sinovac perlu dua kali suntik untuk membangun kekebalan tubuh terhadap virus COVID-19.(Tim Komunikasi KPCPEN)

Share :

Baca Juga

Nasional

dr Reisa: Vaksinasi Dosis Lengkap Bisa Menurunkan Risiko Terinfeksi Covid 19

Nasional

Polisi di Toraja yang Sebar Opini Negatif Polri di Medsos, Buat Pengakuan dan Permintaan Maaf

Nasional

Lebihi Anggaran APBD 115 Persen, Apkasi Sororoti Belanja Pemda Terkait Mandatory Spending

Nasional

49.009 Kasus Positif Covid-19 di Indonesia, 19.658 Orang Diantaranya Sembuh

Nasional

Jadi Narasumber di Rakernas ADPMET, Amran Mahmud Ulas Potensi Migas dan Tantangan Implementasi CSR Perusahaan

Nasional

Menlu : Mekanisme dose-sharing Vaksin Penting agar Dunia dapat Keluar dari Pandemi

Nasional

Bakal Disaksikan Presiden Jokowi, Hasnah Syam Terima Penghargaan MKK

Nasional

Tak Mau Ketinggalan, Jawa Timur Siap Bertransformasi Digital Pendidikan bersama REFO