Home / Pendidikan

Jumat, 19 Agustus 2022 - 21:31 WIB

Dugaan Pungli SDN Mangkura 1, IWO Sulsel Bersama DPRD Turun Langsung

IWO Sulsel bersama DPRD Kota Makassar turun langsung di SDN Mangkura 1 Makassar, Jumat (19/08/2022).

IWO Sulsel bersama DPRD Kota Makassar turun langsung di SDN Mangkura 1 Makassar, Jumat (19/08/2022).

LINTASCELEBES.COM MAKASSAR — Terkait dugaan praktek pungutan liar berkedok paguyuban yang berimbas aksi bullying terhadap Ketua IWO Sulsel Zulkifli Thahir, disikapi langsung oleh Anggota DPRD kota Makassar.

Wakil ketua DPRD Makassar Andi Nurhaldin NH, anggota komisi D DPRD Makassar fraksi partai Demokrat Harry Pakambanan dan Ketua IWO Sulsel beserta sejumlah anggota IWO turun langsung di SDN Mangkura 1 Makassar pada Jumat (19/08/2022) siang.

Kedatangan mereka disambut Kepala SDN Mangkura I, II dan IV, didampingi ketua umum Komite Sekolah kompleks Mangkura Syaiful di ruangan Kepsek Mangkura I Makassar.

Dalam pertemuan Ketua IWO Sulsel Zulkifli Thahir mewakili orang tua siswa yang tergabung dalam paguyuban sekolah menyatakan maksud kedatangannya untuk meminta klarifikasi sekaligus permohonan maaf ketua komite komplek SDN Mangkura Syaiful dan salah satu oknum tenaga pengajar inisial HS atas insiden yang menimpa dirinya.

“Kami datang kesini untuk silaturahmi sekaligus meminta klarifilasi pihak Sekolah Dasar Negeri Mangkura I mengenai insiden yang terjadi kemarin,” ucapnya membuka percakapan.

Peristiwa itu sebenarnya, kata dia, menimbulkan dampak pisikologis bagi siswa dan orang tua yang mungkin terbebani dengan iuran rutin paguyuban ini. Karena tidak membayar akhirnya dibulli oleh orang tua lainnya yang sudah membayar. Menurutnya hal ini akan memperlebar kesenjangan sosial antar orang tua siswa.

“Sudah dibully karena tidak bayar akhirnya tertekan kasihan. Saya melihat salah seorang anak menangis karena dibulli. Coba bayangkan dampak pisikologisnya. Kalau hal ini dibiarkan apalagi seluruh sekolah di kota Makassar seperti ini terus bagaimana wajah pendidikan kita esok,” ucapnya.

“Yang bikin saya semakin panas ada lagi video dukungan ketua komite terharap aktifitas paguyuban ini.
Makanya saya mengadukan hal ini langsung ke pak wali kota untuk segera disikapi hal hal seperti ini,” tuturnya

Baca juga:  DPRD Belitung Studi Banding Sistem Manajemen ASN di Sinjai

Zulkifli juga menyinggung dugaan gratifikasi yang kerap terjadi saat penamatan atau kenaikan kelas siswa di sekolah-sekolah.

“Guru-guru biasanya meminta ke siswa dibelikan hadiah sehingga menjadi beban juga bagi orang tua siswa yang kemampuan ekonominya masih minim,” ketusnya.

Pengurus Kadin Sulsel ini pun berharap peristiwa yang terjadi hari ini ada hikmahnya, dan menjadi pelajaran bagi semua pihak khususnya bagi pendidikan anak-anak kedepannya.

Sementara Wakil ketua DPRD Makassar Andi Nurhaldin menyampaikan kembali mengenai pembubaran paguyuban sekolah telah dilakukan oleh pihak DPRD beberapa tahun lalu karena tidak sesuai aturan yang berlaku.

“Pada intinya kedatangan kami ini memperjelas bahwa pembubaran paguyuban telah digaungkan sejak dua tahun lalu karena dianggap sudah ada komite sekolah. Sehingga Kita berharap tidak ada lagi terjadi praktek pungli dengan modus paguyuban,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Komite SDN Mangkura Syaiful tak menampik pernyataan yang telah dipaparkan oleh dua orang tokoh penting di kota Makassar itu. Bahkan dirinya mengakui kesalahan paguyuban serta mewakili unsur komite sekolah memohon permintaan maaf kepada Zulkifli Thahir.

Pada akhirnya, pertemuan ini menghasilkan tiga poin penting yang dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang isinya;

1. Permintaan maaf ketua umum komite sekolah kepada orang tua siswa yang telah menjadi korban aksi bullying yakni Zulkifli Thahir.

2. Ketua umum komite SDN Mangkura dan Ketua Komite SDN Mangkura 1 membubarkan Group paguyuban yang dibuat oleh oknum Guru yang disinyalir pungli terhadap orang tua siswa sehingga dapat dikategorikan merugikan pihak lain. Dan melakukan pengawasan terhadap grup grup percakapan media sosial terkait sekolah ini.

3. Bahwa selaku pihak Kepala Sekolah akan tetap menjaga nama baik sekolah dan melakukan monitoring langsung kepada semua guru yang bisa saja menimbulkan hal hal yang merusak citra sekolah. (IWO-Natsir)

Baca juga:  Meriahkan Hari Jadi Wajo ke-623, Pelari dari Lintas Daerah di Sulsel Ikuti “Wajo Run 2022”

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Halo Polisi

Satlantas Polres Wajo Luncurkan Terobosan Baru “Polantas Mengajar”

Pendidikan

Masyarakat Tak Terbiasa dengan Online, PPDB di SDN 135 Akkajeng Dilakukan Secara Luring

Daerah

Bupati Wajo Melantik 29 Pejabat Fungsional, Ini Nama-namanya

Pendidikan

Seleksi Calon Paskibraka Kabupaten Gowa Mulai Dilaksanakan

Birokrasi

Daftar Lengkap Menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi

Advertorial

Ciptakan Generasi Berkualitas Internasional, Pemkab Wajo Jalin Kerjasama dengan Universitas Sampoerna

Pendidikan

Calon Guru Penggerak Kabupaten Wajo Laksanakan Lokakarya 1

Pendidikan

Tiga Tahun Kepemimpinan Duo Amran, 2.740 Penerima Nikmati Program Beasiswa Gerbang Pammase