Home / Nasional

Jumat, 10 Desember 2021 - 12:47 WIB

Jadi Narasumber di Rakernas ADPMET, Amran Mahmud Ulas Potensi Migas dan Tantangan Implementasi CSR Perusahaan

Bupati Wajo, Amran Mahmud, tampil sebagai pembicara pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dua Dasawarsa Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) 2001-2021 yang digelar di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/12/2021).--Humas--

Bupati Wajo, Amran Mahmud, tampil sebagai pembicara pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dua Dasawarsa Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) 2001-2021 yang digelar di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/12/2021).--Humas--

LINTASCELEBES.COM BANDUNG — Bupati Wajo, Amran Mahmud, tampil sebagai pembicara pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dua Dasawarsa Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) 2001-2021 yang digelar di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/12/2021).

Amran Mahmud yang juga Wakil Ketua Bidang Transisi Energi ADPMET dipercaya memaparkan topik bertema Kendala dan Tantangan Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan Migas di Daerah di sesi kedua diskusi panel.

Selain Amran Mahmud, turut pula terjadwal memberikan pemaparan pada forum minyak dan gas bumi (migas) nasional ini, yakni Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan Ahok selaku Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero).

Lalu, ada Arifin Panigoro selaku anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sekaligus pendiri Medco Energi Internasional yang rencananya akan diwakili oleh Hilmy Panigoro selaku CEO Medco Power Indonesia. Kemudian, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, yang juga Ketua ADPMET, Farah Muliyasari Sule dari Universitas Pertmina, serta Brahmantya Satyamurti Poerwadi Corporate Secretary Pertamina yang diwakili oleh Dian Hapsari Firasati selaku Manager CSR Pertamina Persero. Untuk sesi pertama, jadwalnya diundur ke hari ini.
Adapun keynote speech oleh Menteri Bappenas RI, Soeharso Monoarfa yang rencananya akan hadir juga.

Amran Mahmud yang mendapatkan kesempatan pada diskusi panel sesi kedua pun memaparkan sekaligus memperkenalkan segala potensi yang dimiliki Kabupaten Wajo.

Khusus di sektor pertambangan migas, Amran Mahmud menjelaskan bahwa Wajo merupakan salah satu daerah penghasil gas alam dengan cadangan gas sebesar kurang lebih 2 trilliun cubic feet, yang dikenal dengan nama Blok Sengkang.

“Hingga tahun 2021 ini, gas alam yang dihasilkan dari Blok Sengkang dipergunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) dengan kapasitas terpasang 315 megawatt dan untuk jaringan gas (jargas) rumah tangga dengan kapasitas 12.317 sambungan rumah,” beber Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wajo ini.

Baca juga:  PDAM Makassar Bekerjasama YPTD Gelar Diklat Manajemen Air Minum Secara Online

Khusus untuk jargas, lanjut Amran Mahmud, 6.750 sambungan di antaranya masih dalam tahap konstruksi. Jika tidak ada halangan, pada 2022 nanti Wajo akan mendapatkan 4.500 sambungan baru lagi.

“Kami berharap, jaringan gas rumah tangga ini bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Wajo, dengan total kebutuhan sebanyak lebih dari 100.000 sambungan,” harapnya.

Amran Mahmud mengungkapkan, berdasarkan pengalaman selama ini, perusahaan-perusahaan gas di Wajo telah turut serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan di daerah guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat.

“Program corporate social responsibility ditujukan pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, serta fasilitas umum dan sosial. Mulai dari beasiswa pendidikan, pembangunan dan renovasi sarana dan prasarana umum, bantuan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu, pengelolaan lingkungan, serta peningkatan perekonomian masyarakat,” ungkap Amran Mahmud.

Amran Mahmud juga menuturkan bahwa CSR yang disalurkan oleh perusahaan-perusahaan gas yang ada di Wajo belum terlalu berfokus pada upaya untuk mempercepat transformasi menuju energi terbarukan. Hal ini karena beberapa kendala, seperti masih rendahnya literasi masyarakat mengenai CSR dan juga mengenai energi baru terbarukan.

“Selain itu, belum tersedianya peta jalan mengenai potensi energi baru terbarukan di daerah sehingga perusahaan gas masih sulit menemukan titik temu antara kewajiban CSR perusahaan untuk mengawal percepatan transisi energi, dengan tujuan pembangunan nasional berupa pembangunan rendah karbon dan pengendalian perubahan iklim menuju Net Zero Emission (NZE),” jelasnya.

Sebelum mengakhiri pemaparannya, Amran Mahmud atas nama masyarakat Wajo menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kementerian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI beserta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang selama ini telah membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan gas di Wajo.

Baca juga:  Pemenang Ide Bisnis 2021 di Wajo Pelatihan Wirausaha di Yogyakarta

“Tak kalah pentingnya, ucapan terima kasih tak terhingga kepada ketiga perusahaan yang mengelola dan memanfaatkan gas yang ada di Kabupaten Wajo karena bantuan CSR yang diberikan khususnya dalam dua tahun terakhir ini telah memberikan dampak yang luar biasa kepada masyarakat Kabupaten Wajo,” tuturnya.

Amran Mahmud juga berharap semoga momentum du dasa warsa ADPMET dapat menjadi wadah perjuangan daerah penghasil migas untuk mendapatkan hak-haknya agar bisa dinikmati masyarakat untuk kemajuan pembangunan.(res)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Nasional

Pesan dari Penyintas COVID-19: Patuhi Prokes, Masker Tidak Boleh Longgar

Nasional

VaksinologĀ  dr. Dirga Imbau Masyarakat Agar Perlu Mengetahui Informasi yang Benar Terkait Vaksin

Nasional

Survei: 72,4% Responden Menyatakan Bersedia untuk Menerima Vaksin Covid 19

Nasional

358.700 Dosis Vaksin AstraZeneca dukungan Dari Pemerintah Prancis Tiba di Indonesia

Nasional

Menlu Retno : Selama Sepekan Dunia Masih Menghadapi Kenaikan Kasus Global

Nasional

dr. Dirga Sakti Rambe: Vaksin COVID-19 Efektif Meski Virus COVID-19 Bermutasi

Nasional

Lebihi Anggaran APBD 115 Persen, Apkasi Sororoti Belanja Pemda Terkait Mandatory Spending

Nasional

Menlu : Mekanisme dose-sharing Vaksin Penting agar Dunia dapat Keluar dari Pandemi