Home / Wajo

Kamis, 1 Juli 2021 - 16:03 WIB

Dinkes Wajo Bantah Isu Kepala Desa Parigi Meninggal Karena Vaksin, Ini Penjelasannya

LINTASCELEBES.COM WAJO — Berita duka datang dari masyarakat Desa Parigi, Kecamatan Takkalalla. Paslalnya, kepala Desa yang mereka cintai memghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Wahidin, Kamis, 1 Juli 2021.

Beredar isu bahwa, almarhumah meninggal karena tidak cocok dengan vaksin, atau meninggal karena vaksin. Pasalnya setelah mendapatkan vaksin kedua, muncul gejala kelopak mata yang selalu jatuh.

menanggapi hal tersebut, Jubir Satgas Covid-19 kab. Wajo, Safaruddin angkat bicara. Dia mengatakan bahwa isu tersebut tidak bisa dipastikan kebenarannya.

“Isu seperti itu tidak bisa dipastikan kebenarannya. Sebelum diberikan vaksin kepada seseorang, tim akan melakukan screening dan pemeriksaan. Hanya yang memenuhi syarat yang akan mendapatkan vaksin” Kata Safaruddin

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa, saat ini jeda pemberian antara vaksin pertama dan vaksin kedua sekarang itu adalah 28 hari. Salah satu tujuannya adalah untuk melihat apakah setelah diberikan vaksin akan menimbulkan efek bagi penerima.

“Mari kita lepas kepergian dan doakan almarhumah semoga mendapatkan terbaik di sisi-Nya. Saya kira itu adalah hal terbaik yang perlu kita lakukan sekarang. Pihak dinas kesehatan akan terus memantau perkembangan kejadian ini dengan berkoordinasi dengan pemprov Sulsel. Mari kita percayakan kepada mereka” Harap Safaruddin

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kab. Wajo melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kab. Wajo, Andi Sumange Alam mengatakan bahwa berdasarkan data diagnosa dari RSUD Lamaddukkelleng, sebelum almarhumah berobat mandiri ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo, diagnosisnya Efusi Pluera Dextra, yaitu ada penumpukan cairan di lapisan paru-paru dan tidak terdapat diagnosis KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), jadi bukan efek vaksin.

“Berdasarkan diagnosa tersebut, bisa dipastikan bahwa isu yang mengatakan bahwa Almarhumah Hj. Yulia Yasmin karena efek samping vaksin itu tidak benar” Kata Andi Sumange.

Baca juga:  Komunitas MSBC Sengkang Berbagi di Bulan Suci Ramadhan, Santuni 240 Anak Yatim

Bupati Wajo yang dihubungi melalui ajudannya menyampaikan duka cita mendalam karena kehilangan salah satu kepala desa terbaiknya.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Hj. Yulia Yasmin. Semoga segala amal ibadah almarhumah diterima dan mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan” kata Amran.(wan)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Wajo

Hadiri Peletakan Pertama Masjid Ahmad Subban, Bupati Wajo Sumbang 100 Sak Semen

Wajo

Partisipasi Sensus Penduduk Online Tinggi, Bupati Wajo Raih Penghargan dari BPS Pusat

Wajo

80 Anak Yatim dan Dhuafa di Sabbangparu Dapat Santunan dari At-taubah Peduli dan Jurnalis Wajo

Sulsel

Dinkes Sulsel dan Satgas Covid 19 Berkunjung di Wajo

Wajo

Tak Hanya Sosialisasikan Operasi Zebra, Satlantas Polres Wajo Minta Siswa Patuhi Protokol Kesehatan

Advertorial

Pendaftaran Dimulai, Bupati Wajo Tegaskan Hindari Oknum Calo CPNS

Advertorial

Pemkab Wajo Siapkan Home Stay untuk Isolasi Warga yang Terpapar Covid 19

Hukum dan Kriminal

Polres Wajo Amankan Dua Warga Sidrap, Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen BPKB