Home / Nasional

Kamis, 17 Juni 2021 - 06:26 WIB

Vaksinasi, Solusi Lindungi Diri dari Mutasi Virus COVID-19

LINTASCELEBES.COM JAKARTA — Pandemi COVID-19 belum berakhir, guna menekan kasus yang terus bertambah, pemberian vaksin COVID-19 terus dilakukan. Pemberian vaksin ini merupakan solusi yang dianggap paling tepat mengurangi jumlah kasus infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19 yang sudah mulai bermutasi di beberapa negara termasuk mutasi yang sudah masuk ke Indonesia.

Wakil Kepala Lembaga Eijkman Bidang Penelitian Fundamental Prof. Herawati Sudoyo Ph.D, menerangkan bahwa sebagian besar produsen vaksin COVID-19 mencoba mencapai tingkat efikasi hingga 70 persen. Hingga saat ini, penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satupun vaksin COVID-19 yang tidak efektif menangkal mutasi virus COVID-19.

“Kendati begitu, memang ada penurunan efikasi saat vaksin COVID-19 melawan mutasi virus COVID-19 ini. Namun hal itu tidak mengurangi makna perlindungan yang diberikan vaksin COVID-19 itu sendiri,” terang Prof. Herawati lebih lanjut.

Terkait upaya pemerintah untuk menyukseskan program vaksinasi, Prof. Herawati mendorong para Ilmuwan untuk perlu berbicara demi meluruskan kesimpangsiuran informasi dengan menegakkan bukti dan data-data ilmiah.

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) akibat vaksinasi COVID-19, misalnya kata dia, hanya terjadi di berapa persen dari sekian juta orang yang sudah divaksinasi. Akan tetapi hal-hal kecil inilah yang masuk pemberitaan dan menjadi besar. Disinilah porsi ilmuwan berbicara dengan data- data.

“Saya kira kalau kita bisa bekerja sama dengan baik, semua masalah mengenai vaksinasi bisa teratasi. Kalau seandainya semua sudah divaksinasi, sekali lagi kita harus mengingatkan vaksin bukan satu-satunya cara untuk mengalakan virus ini. Jadi yang sudah mulai longgar protokol kesehatannya karena adanya program vaksinasi harus kita perketat protokol kesehatan kita lagi
karena adanya mutasi virus baru yang sudah bertransmisi lokal,” tutup Prof. Herawati.

Baca juga:  Jajaran Polsek Pitumpanua Bubarkan Balapan Liar di Kaluku

Di sisi lain, Communication Specialist UNICEF, Rizky Ika Safitri, juga menyarankan penggunaan komunikasi sederhana yang mudah dipahami masyarakat akan turut membantu menyukseskan program vaksinasi.

Pemerintah juga terus berupaya mendatangkan vaksin COVID-19 melalui beragam jalur untuk menyukseskan program vaksinasi.

Juru Bicara Vaksinasi Bio Farma Bambang Heriyanto, menyampaikan hingga akhir 2021, produsen vaksin seperti Sinovac sudah memberikan komitmen mengirimkan vaksin dalam bentuk bulk sejumlah 260 juta dosis. Ada juga vaksin yang akan didatangkan dari jalur kerja sama multilateral atau fasilitas COVAX yang kini telah datang sebanyak 8 juta dosis.

“Kemudian kita juga punya sumber lain dari perjanjian bilateral dengan AstraZeneca dengan komitmen sebesar 50 juta, Novavac 50 juta, dan apabila dari COVAX kita bisa mendapatkan komitmen hingga 20% dari jumlah penduduk, kita bisa mencukupi kebutuhan dosis vaksin untuk herd immunity,” ujar Bambang Heriyanto.(Tim Komunikasi KPCPEN)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Nasional

Lima Provinsi Tambahan Corona Tertinggi, Jatim Paling Banyak

Nasional

Menkes Budi: Selain untuk Masyarakat, Vaksin Moderna Juga Untuk Dosis ke-3 Tenaga Kesehatan

Nasional

Menkominfo Perkenalkan Juru Bicara Vaksinasi COVID-19

Nasional

Dengan Prokes dan Vaksinasi Bisa Capai Herd Immunity

Nasional

Ketua Pelaksana KPCPEN: Pemerintah Telah Siapkan Sistem Satu Data Vaksinasi COVID-19

Nasional

Pemkab Wajo Raih Dua Penghargaan Nasional dari Kementerian PAN dan RB

Nasional

Pemenang Ide Bisnis 2021 di Wajo Pelatihan Wirausaha di Yogyakarta

Nasional

15 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Asal Sinovac Tahap Ketiga Tiba di Indonesia