Home / Wajo

Kamis, 3 Desember 2020 - 22:13 WIB

Vaksinasi Sukses Jika Didukung Protkes 3M

dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH (Pakar Imunisasi) dan Lia Gustina AMD.Kep (Perawat RSDCC Wisma Atlet) memberikan paparan dalam dialog produktif bertema Siapkan Kedatangan Vaksin di Jakarta, Kamis, 3 Desember 2020.

dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH (Pakar Imunisasi) dan Lia Gustina AMD.Kep (Perawat RSDCC Wisma Atlet) memberikan paparan dalam dialog produktif bertema Siapkan Kedatangan Vaksin di Jakarta, Kamis, 3 Desember 2020.

LINTASCELEBES.COM JAKARTA — Pandemi COVID-19 belum berakhir hingga saat ini. Pemerintah terus berupaya agar rantai penularan COVID-19 bisa ditekan, salah satunya dengan merencanakan pengadaan vaksin COVID-19. Akan tetapi tanpa dukungan masyarakat, program vaksinasi tentu tidak akan bisa berjalan lancar apalagi menekan penularan COVID-19.

Masyarakat perlu proaktif dengan cara terus disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M : Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak, bahkan sampai nanti vaksin sudah hadir.

Pakar Imunisasi dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH menjelaskan protokol kesehatan 3M ini berdasarkan penelitian dari WHO dan telah ditetapkan sebagai standar bagi semua negara.

“Jadi, kalau kita tidak melakukan apa-apa kemungkinan kita tertular COVID-19 itu 100%, namun kalau kita mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik, itu menurunkan risiko penularan hingga 35%. Kalau kita menggunakan masker biasa yang tiga lapis, akan mampu menurunkan risiko penularan hingga 45%, kalau kita menggunakan masker bedah yang warnanya hijau atau biru menurunkan risiko penularan hingga 70%, dan kalau kita menjaga jarak aman, akan menurunkan risiko penularan hingga 85%. Jadi yang berkerumun itu saya rasa keterlaluan
sekali karena abai kepada dirinya sendiri dan orang di sekitarnya,” jelasnya pada acara Dialog Produktif, bertema “Siapkan Kedatangan Vaksin” yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis 3 Desember 2020.

Selain itu, dr. Elizabeth juga mengingatkan agar semua harus sadar, kapasitas produksi vaksin tidak akan cukup untuk semua penduduk, sudah pasti vaksinasi nantinya akan bertahap.

“Sehingga 3M harus tetap kita jalankan, bahkan setelah kita divaksinasi jangan merasa terlindungi 100%. Dengan begitu, masker dan hand sanitizer akan terus kita bawa sebagai budaya kita ke depannya,” pungkanya.

Baca juga:  Lagi, Satu Nakes di Wajo Positif Covid 19

Pernyataan dr. Elizabeth juga didukung tenaga kesehatan lainnya yang kini tengah merawat pasien COVID-19, Lia Gustina AMD.Kep, relawan tenaga kesehatan yang sudah bertugas sejak April di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Saya berharap kepada masyarakat, untuk tetap menjaga protokol Kesehatan 3M dan tidak berkerumun meski ada vaksin nantinya. Tetap mendukung kami yang ada di garda terdepan”, ujarnya.(rls-Tim Komunikasi KPCPEN)

Share :

Baca Juga

Wajo

Kapolda Sulsel Hadiri Konwil XIII NU Sulsel di UIM

Wajo

Hadiri Dies Natalis IAI As’adiyah, Wagub harapkan Wisudawan dan Wisudawati Terus Kembangkan Potensi Diri

Wajo

Dua Tahun Pimpin Wajo, Duo Amran Meminta Komitmen Pimpinan OPD untuk Bekerja Keras Mengawal Kebutuhan Masyarakat

Daerah

Bupati: Mari Bersama Sapu Bersih Pungli di Semua Layanan Publik di Wajo

Polisi

19 Hari Operasi Sikat Lipu, Polres Wajo Ringkus 17 Pelaku Pencurian

Wajo

Cegah Penyebaran Covid 19, Samsat Wajo Sosialisasi Prokes 3M di Ruang Pelayanan

Wajo

Sosialisasi Perda di Tanasitolo, Pengrajin Sutera Berharap Bantuan Bahan Baku dari ATL

Wajo

Tahun 2019, Kasus Narkoba di Wajo Meningkat