Home / Tak Berkategori

Jumat, 15 November 2019 - 20:27 WIB

Museum Menara Jam Raksasa Makkah Dibuka untuk Umum

 

 

LINTASCELEBES.COM ARAB SAUDI MEKAH — Jama’ah Umroh Saudi Patria Wisata tanggal 9 – 21 Nopember 2019 dapat merasakan perjalanan rohani di museum menara jam raksasa di Makkah, Arab Saudi. Meseum menara jam Raksasa di Makkah terbuka untuk pengunjung mulai pada 6 Mei 2019 lalu dan Hal ini di ungkap Direktur Saudi Patria Wisata H Faisal Surur dan hal senada yg diungkapkan H Guntur Mas’ud Wawa karena Jam’ah Umroh dapat merasakan perjalanan rohani di museum itu.

Salah seorang petugas Nedeum menjelaskan bahwa menempati empat lantai teratas menara jam raksasa di Makkah Setinggi 104 Lantai dengan ketinggian 393 Meter, Loudspeaker 120 buah dan Salah satu lantainya sengaja disiapkan untuk mempelajari matahari dan bulan.

Ada lantai untuk pengukuran waktu dan untuk jam raksasa. Lantai paling atas adalah balkon yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan indah Masjid Al-Haram.

Menteri pertahanan menjadi lembaga yang mengoperasi kan museum yang terletak di titik tertinggi Makkah tersebut. Museum itu dirancang membawa para pengunjung dalam tur keliling alam semesta. Dengan begitu, pengunjung tahu bagaimana seseorang mengukur waktu di masa lalu hanya menggunakan matahari, bulan, dan galaksi.

Menara jam raksasa di Makkah, Arab Saudi Pengunjung dapat mengetahui metode orang-orang di zaman kuno yang digunakan untuk mengukur waktu melalui penggunaan dua jam alam semesta, yakni matahari dan bulan. Pengunjung juga dapat melihat jam terbesar di dunia yang dianggap sebagai keajaiban dalam pembuatan arloji.

Pada lantai pertama, museum berisi jam Makkah yang dirancang dan diproduksi bersama sejumlah perusahaan arloji internasional. Mereka membuat berbagai komponen jam, kemudian menjadikannya jam paling akurat di dunia.

Tempat yang Paling Dicari Jamaah di Masjid Al Haram untuk  pengukuran waktu yang menjelaskan kepada pengunjung bagaimana manusia di masa lalu sangat ingin mengetahui waktu. Manusia telah menemukan banyak alat dan sistem untuk pengukuran waktu selama berabad-abad, termasuk jam air dan pasir, penduan dan arloji saku. Manusia di zaman dahulu cermat mengikuti orbit matahari dan bulan untuk menentukan tanggal, arah kiblat, dan waktu shalat.

Dilantai tiga museum, pengunjung dapat menikmati suguhan matahari, bulan, dan bumi. Para pengunjung dapat melihat bagaimana manusia di masa lalu mengandalkan benda langit untuk mengatur kehidupan dan aktivitasnya. Pengunjung juga dapat belajar bagaimana gerhana dan fenomena matahari lainnya terjadi di alam semesta.

Dilantai empat, para pengunjung akan memiliki kesempatan memahami ruang dan bintang-bintang, dan bagaimana manusia menggunakannya untuk menentukan arah. Terakhir, balkon menara jam akan memberikan pengunjung pemandangan panorama kompleks Masjid al-Haram yang luas, dan sekitarnya.(berbagai sumber)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Danny Pomanto Apresiasi Gradasi Sketch Exhibition Himpunan Mahasiswa Arsitektur UNHAS

Halo Polisi

Peduli Masyarakat Terdampak Bencana Banjir di Wajo, Kapolda Sulsel bersama Ketua Bhayangkari Salurkan Bantuan

Asahan

Bupati Asahan Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional

Sulsel

Wadah Peduli ke Masyarakat, Fatmawati Rusdi Kukuhkan Mabi Saka dan Pinsaka POM

Wajo

Terdampak Longsor Instalasi Air di Somba Opu Terganggu, Dirut PDAM: Minta Maaf ke Pelanggan
Sambut HJW, Dispar Wajo Gelar Kontes Burung Berkicau

Sulsel

Pemkab Wajo Sampaikan Ucapan Selamat Atas Promosi Doktor Dr. H. Arman Sahri R. Harahap

Wajo

Wajo Masuk Zona Merah, Satgas Covid 19 Himbau Masyarakat Perketat Disiplin Protokol Kesehatan