Home / Politik

Kamis, 12 September 2019 - 10:26 WIB

Dewan Pers Kenang BJ Habibie sebagai Tokoh Kemerdekaan Pers

LINTASCELEBES.COM JAKARTA — Dewan Pers mengenang sosok Presiden ke-3 RI BJ Habibie sebagai tokoh kemerdekaan pers. BJ Habibie disebut telah mengambalikan Indonesia yang mengalami krisis kembali ke jalur yang benar.

“Tokoh kemerdekaan pers, beliau yang sangat berani saat itu dan dalam usia pemerintah pendek, beliau bisa membalikkan krisis kasus krisis 98 beliau sudah reborn kembali on the track,” kata Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, Rabu (11/9/2019) seperti yang dilansir detik.com.

Nuh mengaku kenal dekat dengan BJ Habibie sejak tahun 1990 di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Bahkan ia menyebut Habibie tidak meningkatkan sumber daya manusia saja namun juga mewujudkan kebebasan berpendapat.

“Bisa dibayangkan dolar yang 20 ribu dan 18 ribu dalam kepemimpinan yang singkat bisa ditekan dibawah 10 ribu. Inflasi juga demikian tetapi tidak aspek ekonomi beliau juga dari infrastrukutr sosial politik disitulah kebebasan berpendapat terus pilar demokrasi termasuk kemerdekaan pres menjadi paket unsur infrastruktur sosial politik jadi beliau memikirkan tidak hanya SDM semata tetapi ekosistem dari SDM itu harus dibangun,” ucap dia.

UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang disahkan oleh BJ Habibie. Menurut Nuh, dunia pers saat itu diserahkan pada dewan pers.

“Kalau diserahkan orang per orang akan pendek maka itu harus di lembagakan, lembaga itu harus dunia pers, siapa yang diserahkan mengurusi lembaga pers yaitu dewan pers. Hampir dipelajari UU pers tidak ada ayat memerintahkan pemerintah untuk membuat peraturan pemerintah tidak ada, semua UU lain pasti ada ayat atau pasal memerintahkan membuat peraturan pemerintah atau menteri,” jelas Nuh.

BJ Habibie wafat dalam usia 83 tahun di RSPAD Gatot Soebroto pada pukul 18.05 WIB. Putra BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie, menyatakan jantung sang ayah akhirnya menyerah.

Baca juga:  Theo Sambuaga: BJ Habibie Dukung Penuh Demokrasi dan Kebebasan Pers

“Meninggal karena sudah menua, kemarin kan saya katakan gagal jantung karena penuaan,” kata Thareq di RSPAD, Rabu (11/9).

Habibie akan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/9), tepat di sebelah makam sang istri, Ainun Habibie. Upacara pemakaman akan dipimpin Presiden Jokowi.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat dan lembaga kenegaraan mengibarkan bendera setengah tiang selama 3 hari sebagai penanda hari berkabung nasional.(sumber: detik.com)

Share :

Baca Juga

Politik

Presiden Jokowi: Masih Akan Ada Muka Lama di Kabinet Baru

Daerah

Andi Bau Mallarangeng Raih Predikat Doktor Sangat Memuaskan

Politik

PAN Wajo Matangkan Persiapan Jelang Pemilu 2024

Kesehatan

Wartawan Jadi Guru Besar, Direktur UKW PWI, Dr. Rajab Ritonga Terima SK Profesor

Politik

Deklarasikan Dukungan ke Anies Baswedan, Relawan Mileanies24 Wajo Siap Turun Sosialisasi Sampai Tingkat RT/RW

Advertorial

Hadiri Rakor KPU, Ketua DPRD Wajo Harap Penyelenggara Jadikan Pemilu Serentak yang Damai dan Sejuk

Politik

Diduga Lakukan Money Politik, Caleg PBB Dilaporkan ke Bawaslu Wajo

Pendidikan

17 Hari Menuju Pesta Demokrasi, Sufriadi Arif Ajak komponen Bangsa Memilih Kandidat Yang Berkualitas