Home / Pendidikan

Senin, 1 April 2019 - 15:04 WIB

Pemilih Disabilitas Boleh Didampingi Saat Pencoblosan, Ini Penjelasan KPU Wajo

LINTASCELEBES.COM WAJO — Dalam rangka menyukseskan Pemilihan Umum pada tanggal 17 April 2019 mendatang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wajo menggelar Coffee Morning kesiapan personil KPU dalam penyelenggaraan Pemilu serentak Tahun 2019.

Coffee Morning di Ince Cafe Jl. Lembu Sengkang, Senin 1 April 2019 tersebut di hadiri oleh Sekda Wajo H. Amiruddin, Komisioner KPU Divisi Sosoalisasi, Pendidikan Pemilih, Permas dan SDM Zainal Arifin, sejumlah Ketua dan perwakilan Parpol, Polres wajo, Kodim 1406 Wajo, Satpol PP.

Dalam acara tersebut salah-satu peserta mempertanyakan langkah-langkah strategis KPU terkait masyarakat yang buta huruf.

Komisioner KPU Zainal Arifin menjelaskan, berdasarkan Peraturan KPU pemilih disabilitas bisa didampingi dalam pencoblosan.

“Pemilih disabiltas yang bisa didampingi adalah masyarakat yang tidak bisa jalan tapi punya tangan bisa tetapi hanya sebatas diluar bilik suara,” ungkapnya.

Selain itu kata Zainal, adapun pemilih yang bisa didampingi sampai di dalam bilik suara dan dicobloskan yaitu pemilih yang tidak punya tangan dan pemilih tuna netra (buta). “Pemilih tak punya tangan dan buta bisa didampingi dan dicobloskan sesuai dengan permintaan pemilih,” jelas Zainal Arifin.

Terkait dengan masyarakat yang buta huruf, kata Zainal, tidak selamanya masyarakat buta huruf juga buta angka. “Kemungkinan buta huruf tetapi bisa mengenal angka. Terkait hal itu, kita tidak bisa ambil keputusan, karena kita cuma berbicara sesuai dengan peraturan yang ada,” tandasnya.

Pada kesempatan itu juga, Zainal menjelaskan bahwa KPU telah dibekali dengan Aplikasi Penghitungan Suara  yang dapat diakses oleh masyarakat untuk mengetahui rekapan suara per TPS.

Sementara Sekda Wajo H. Amiruddin mengharapkan agar peserta yang hadir memberikan kontribusi, berupa sumbang saran atau  kritikan-kritikan yang membangun dalam rangka optimalisasi dari peran KPU sebagai penyelenggara pemilu, untuk menghadirkan proses pemilihan umum yang benar-benar akuntabel, transparan, dan berintegritas dalam rangka menhadirkan pemilu sebagai sarana pelaksanaan demokrasi utk memilih pemimpin nasional dan wakil rakyat di tingkat pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota.(ADV)

Baca juga:  Masjid Nurul Ilmi SMP Negeri 27 Makassar Bagikan 315 Bungkus Daging Kurban Kepada Masyarakat

Laporan : Muh. Hamzah

Share :

Baca Juga

Pendidikan

“Ayo Kursus” Kemendikbudristek Kembalikan Harapan Anak Putus Sekolah

Asahan

Bupati Asahan Tinjau Pelaksanaan ANBK Tingkat SD di Lingkungan Dinas Pendidikan

Pendidikan

Disdik Sulsel Berikan Penambahan Waktu Pendaftaran PPDB SMA dan SMK Hingga Kamis

Pendidikan

Save the Children Indonesia Serahkan 3.780 Paket Belajar untuk Wajo

Pendidikan

Membanggakan, Siswa SMA Negeri 11 Wajo Juara 1 Pemilihan Duta GenRe

Pendidikan

Dinas Pendidikan Makassar Gelar Bimbingan Tekhnis AMACA di SDN Kompleks Sambung Jawa

Pendidikan

Peduli Pendidikan, HMI-MPO Cabang Wajo Maju Akan Gelar Diskusi Publik

Pendidikan

Peresmian Baseops Lanud Hasanuddin 100 Siswa SMP Makassar Menampilkan Tarian Kolosal